Kursus FAKPI, Produk FAKPI

Tekad dari Semarang: Berjuang Untuk FAKPI

Keinginan mengikuti Workshop yang diselenggarakan oleh LKPP dan Musyawarah Nasional 1 Forum Ahli Kontrak Pengadaan Indonesia (FAKPI) semakin menggelora. Tanpa rasa lelah dan disertai dengan semangat yang tinggi, Senin malam 3 September 2018, lepas dari kantor saya berangkat menuju Bandara Mutiara Palu untuk melanjutkan perjalanan ke Kota Semarang. Bukan hanya itu saja, kesempatan untuk berjumpa dengan para Praktisi PBJ dari berbagai daerah adalah sesuatu yang sangat saya nantikan.

Pesawat dengan nomor penerbangan JT 0861 mengantarkan saya menuju Surabaya. Penerbangan kali ini saya menempati kursi 10D. Saat pesawat menjelajah pada ketinggian yang seharusnya, di ufuk timur rona mentari menampakkan dirinya dan Rajutan awan terlihat dari jendela. Saat mentari meninggi, sinarnya menampar wajahku. Pagi ini mentari kembali menghangatkan bumi. Sungguh Indah karunia Sang Pencipta.

Sepanjang penerbangan saya merenung tentang makna perjalanan hidup. Meski langkah kaki terasa berat, perjalanan jangan pernah terhenti. Langkah yang terhenti tidak akan pernah sampai pada tujuan yang kita harapkan. Tetaplah fokus terhadap apa yang kita perjuangkan.

Seketika saya teringat pesan John C. Maxwell dalam bukunya:

“Jalan satu-satunya untuk berkembang adalah dengan melatih keahlian Anda hingga benar-benar menguasainya. Pertama-tama, lakukan apa yang Anda tahu. Semakin banyak berlatih, semakin banyak juga hal yang Anda ketahui. Namun, ketika terus berlatih, Anda juga akan menemukan lebih banyak hal yang harus dilakukan secara berbeda. Pada titik itu Anda harus mengambil keputusan. Satu-satunya cara untuk berkembang adalah dengan keluar dari zona nyaman Anda dan mencoba hal-hal baru”.

Tak perlu risau dengan posisi yang kita miliki. Seseorang dianggap berguna tidak diukur dari pangkat dan kedududukannya, Tapi diukur dari seberapa besar memberi manfaat bagi orang lain. Tanpa terasa waktu menunjukan pukul 08.32, pesawat mendarat dengan mulus di Bandara Juanda Surabaya. Saya bergegas turun untuk melanjutkan penerbangan berikutnya menuju Kota Semarang.

Dalam perjalanan dari bandara menuju hotel, sejenak saya mengingat kembali saat mengenyam pendidikan di bangku Sekolah Dasar, saat itu Guru saya mengajarkan Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa. Dalam catatan sejarah, di Kota Semarang pernah terjadi peristiwa heroik yaitu pertempuran selama 5 hari antara rakyat semarang melawan tentara jepang.

Kota Semarang salah satu kota di Indonesia yang kaya akan sejarah. Lalu terbesit dalam pikiran saya bahwa terpilihnya kota semarang sebagai tempat dilaksanakannya MUNAS 1 FAKPI bukan secara kebetulan. di Kota ini Juga Munas IAPI pertama kali diselenggarakan.

Perjalanan yang cukup panjang dengan menempuh waktu 16 Jam, terbayarkan saat mengikuti workshop dan Munas FAKPI 1, yang diselenggarakan di Kota Semarang pada tanggal 5 – 7 September 2018. Hasil Musyawarah Nasional 1 menetapkan Bapak Alfian amri sebagai Ketua FAKPI.

Lantai 5 Hotel Chanti Semarang memberi saya inspirasi dan membangkitkan hasrat untuk terus belajar. Belajar harus dilakukan seumur hidup. Semakin kita belajar, semakin kita menyadari bahwa betapa sedikitnya ilmu yang kita ketahui. Kita sangat terbatas dan dunia ini sangat luas. Dalam setiap situasi, teruslah mencari hal yang bisa dipelajari. Belajar dari pengalaman yang dievaluasi dan belajar dari area kekuatan orang lain.

Dengan rasa syukur dan gembira, saya dan para anggota FAKPI saling berjabatan tangan. Saya tidak pernah membayangkan suasana keakraban akan terbangun dengan seketika. Ternyata bertemu dengan orang yang punya visi dan ide yang sama, terasa bertemu dengan sahabat yang telah lama berpisah. Bagi saya, suatu rangkaian peristiwa yang sangat membahagiakan.

Kekompakan yang seperti itu harus terus dipelihara agar FAKPI menjadi perkumpulan para pejuang pengadaan yang bisa memberikan solusi terhadap permasalahan kontrak. Saling mendukung dan saling melengkapi. Karena dengan cara seperti itu membantu dan menutup beberapa celah yang belum kita pahami.

Dari lantai 5 pun, saya membulatkan tekad untuk tetap berada dalam pusaran pergerakan yang hebat ini. Tanpa kecuali, seluruh anggota FAKPI harus bertekad berkontribusi untuk bangsa dengan cara memperbaiki Tata Kelola Pengadaan Barang/Jasa, khususnya dalam permasalahan kontrak.

Salam FAKPI

 

Mirhan Triandi Doe
ASN pada Pemerintah Kabupaten Morowali Utara
Provinsi Sulawesi Tengah

1 thought on “Tekad dari Semarang: Berjuang Untuk FAKPI”

  1. Siip “Jalan satu-satunya untuk berkembang adalah dengan melatih keahlian Anda hingga benar-benar menguasainya. Pertama-tama, lakukan apa yang Anda tahu. Semakin banyak berlatih, semakin banyak juga hal yang Anda ketahui. Namun, ketika terus berlatih, Anda juga akan menemukan lebih banyak hal yang harus dilakukan secara berbeda. Pada titik itu Anda harus mengambil keputusan. Satu-satunya cara untuk berkembang adalah dengan keluar dari zona nyaman Anda dan mencoba hal-hal baru”

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s